"Speak properly, and in as few words as you can, but always plainly; for the end of speech is not ostentation, but to be understood." William Penn
Daisypath Anniversary tickers

Tuesday, March 29, 2011

What is love?

Actual children answers when asked 
"What is Love?"


“Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs.” - Chrissy, age 6

“Love is what makes you smile when you’re tired.” - Terri, age 4

“Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK.” - Danny, age 7



“Love is when you kiss all the time. Then when you get tired of kissing, you still want to be together and you talk more. My Mommy and Daddy are like that. They look gross when they kiss.” - Emily, age 8

“Love is what’s in the room with you at Christmas if you stop opening presents and listen.” - Bobby, age 7

“If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate,” - Nikka, age 6

“Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday.” - Noelle, age 7

“Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well.” - Tommy, age 6

“During my piano recital, I was on a stage and I was scared. I looked at all the people watching me and saw my daddy waving and smiling. He was the only one doing that. I wasn’t scared anymore.” - Cindy, age 8

“My mommy loves me more than anybody. You don’t see anyone else kissing me to sleep at night.” - Clare, age 6

“Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken.” - Elaine, age 5

“Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is handsomer than Brad Pitt.” - Chris, age 7

“Love is when your puppy licks your face even after you left him alone all day.” - Mary Ann, age 4

“I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones.” - Lauren, age 4

“When my grandmother got arthritis, she couldn’t bend over and paint her toenails anymore. So my grandfather does it for her all the time, even when his hands got arthritis too. That’s love.” - Rebecca, age 8

“When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you.” - Karen, age 7

“You really shouldn’t say ‘I love you’ unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget.” - Jessica, age

Monday, March 28, 2011

Kenangan

Di kala ini
Setiap yang merasa
Akan terus-terusan mengenang
Setiap yang terjadi
Akan menjadi kenangan
Pahit atau manis
Ia menjadi warna
Mewarna hidup setiap dari kita

Kita semua berbeza
Tak banyak yang sama
Setiap perbezaan mengundang dua perkara
Membawa kita menjadi rakan
Mengenal dan mendakap perbezaan
Atau mungkin juga
Membina dinding
Benteng penahan
Menghalang kita berkenal sapa.

Empat tahun bukan pendek
Empat tahun bukan singkat
Empat tahun bukan sekejap.

Tapi,

Empat tahun juga singkat
Empat tahun juga pendek.
Empat tahun juga sebenarnya sangat sekejap.

Kita tak berkesempatan.
Meluah apa terbuku di dada.
Kita tak berkesempatan.
Merungkai persahabatan yang bersimpul
Simpulan tak di duga di tengah pertalian.

Kita sume berkongsi
Pelajaran yang sama
Tapi apakah kita akan
Membina pandangan yang sama?

Kita berkongsi,
tempat tinggal yang sama
Tapi apakah kita juga
akan terkenangkan perkara yang sama?

Tidak akan sama apa yang di rasa.
Tidak akan sama apa yang di terima.
Tidak akan sama apa yang di luah.

Tapi kita tahu, di dalam hati, kita semua sama.
Kita semua terasa. Kita semua bersedih. Kita semua bergembira.

Untuk saya,
Semua yang ada, meninggal kesan.
Semua yang ada, adalah kawan.
Semua yang ada, adalah kesayangan saya.
Semua yang ada, akan menjadi kenangan........

Life is a Mayonnaise Jar.

When things in your life seem, almost too much to handle,

When 24 Hours in a day is not enough,

Remember the mayonnaise jar and 2 cups of coffee.

A professor stood before his philosophy class and had some items in front of him.
When the class began, without a word, he picked up a very large and empty mayonnaise jar and proceeded to fill it with golf balls.

He then asked the students, if the jar was full.They agreed that it was.

The professor then picked up a box of pebbles and poured them into the jar. He shook the jar lightly. The pebbles rolled into the open Areas between the golf balls.

 He then asked the students again if the jar was full.They agreed it was.

The professor next picked up a box of sand and poured it into the jar. Of course, the sand filled up everything else.

He asked once more if the jar was full. The students responded with a anonymous ‘yes.’

The professor then produced two cups of coffee from under the table and poured the entire contents into the jar, effectively filling the empty space between the sand.

The students laughed.

‘Now,’ said the professor, as the laughter subsided, I want you to recognize that this jar represents your life.

The golf balls are the important things –  
family, children, health, friends, and favorite passions

Things that if everything else was lost and only they remained, your life would still be full.

The pebbles are the other things that matter- 
job, house, and car.

The sand is everything else – 
The small stuff.

‘If you put the sand into the jar first,’ He continued, ‘there is no room for the pebbles or the golf balls.

The same goes for life.If you spend all your time and energy on the small stuff, you will never have room for the things that are really important to you.

So…

Pay attention to the things that are critical to your happiness.

Play With your children.

Make time to get medical checkups.

Take your partner out to dinner.

Visit your parents.


There will always be time to clean the house and mow the lawns.

‘Take care of the golf balls first — The things that really matter.Set your priorities. The rest is just sand.’

One of the students raised her hand and inquired what the coffee represented.

The professor smiled…… ‘I’m glad you asked’.

It just goes to show you that no matter how full your life may seem, there’s always room for a couple of cups of coffee with a friend.’


" I made a difference for that one. "


Once upon a time, there was a wise man who used to go to the ocean to do his writing. He had a habit of walking on the beach before he began his work.

One day, as he was walking along the shore, he looked down the beach and saw a human figure moving like a dancer. He smiled to himself at the thought of someone who would dance to the day, and so, he walked faster to catch up.

As he got closer, he noticed that the figure was that of a young man, and that what he was doing was not dancing at all. The young man was reaching down to the shore, picking up small objects, and throwing them into the ocean.

He came closer still and called out “Good morning! May I ask what it is that you are doing?”

The young man paused, looked up, and replied “Throwing starfish into the ocean.”

“I must ask, then, why are you throwing starfish into the ocean?” asked the somewhat startled wise man.

To this, the young man replied, “The sun is up and the tide is going out. If I don’t throw them in, they’ll die.”

Upon hearing this, the wise man commented, “But, young man, do you not realize that there are miles and miles of beach and there are starfish all along every mile? You can’t possibly make a difference!”

After listening politely, the young man bent down, picked up yet another starfish, and threw it back into the ocean. As it met the water, he said, “I made a difference for that one.”

Friday, March 18, 2011

Refleks diri Asiah Haron

Saya tak pandai berkata-kata. Saya tak pandai berbahasa. Tapi saya tahu merasa.
Saya senang terasa. Senang juga marahnya. Tapi akan tiba di satu masa di mana saya mampu memujuk untuk tidak lagi berasa marah, dengki, iri dan juga benci. Takde sapa yang paksa. Tapi ini ialah saya.

Perkara yang terjadi baru-baru ini adalah sangat menyakitkan hati. Berat nak mengaku. Saya juga terasa sedih. Tersangat sedih. Disini hari ini ingin saya katakan apa yang saya rasa selama ni. Juga niat hati saya. Untuk kebaikan diri saya sendiri, walaupun mungkin ni bukan apa yang orang terlibat mahu rasa benda yang sama.

Sejujurnya, saya susah berkawan. susah nak rapat. susah juga nak benci. Kalau di awal saya tak jumpa apa-apa tarikan untuk berbaik-baik dengan orang, saya akan jadi neutral. Saya cuba bergurau, saya cuba bercakap dengan mereka. walaupun saya sedar, orang akan sedar betapa tak genuine-nye cubaan saya berbaik-baik ni. sebab ini memang saya. saya tak pandai pura-pura. bile suka, saya kata suka. bile benci, saya kata benci. itu ialah saya.

Berkenaan apa yang terjadi dua hari lepas. Pertelingkahan antara trip ke Langkawi dan juga MAG. Benda ini menjadi sesuatu yang sangat panas dan menyakitkan hati banyak pihak. Saya juga di antara yang terlibat. Di antara yang panas hati, di antara yang berkata-kata, dan di antara yang rasa sangat marah.

Saya mengaku. Marah. Panas hati. Saya rasa tu. dan saya mengeluarkan apa yang saya rasa dalam bentuk kata-kata. Tak boleh bagi alasan yang saya  berkata-kata sebab saya tiada tempat mengadu. Tak. Saya post benda tu, sebab hati saya da tercuit dengan apa yang orang kata.

Alasan yang kamu beri, "wrong post at the wrong time." Itu kata kamu. tapi kamu juga perlu mengaku, kamu sengaja. "perli-memperli" bukan la sesuatu yang baru lagi. semua orang "master" dalam benda ni.  Saya tak kenal kamu. Tapi saya pernah bekerja dengan kamu. Saya tak kan kata faham, kenal dan tahu kamu. Saya tak tahu apa-apa pasal kamu. dan saya berharap terus-terusan tak mengenal kamu.

Tapi saya nak kata, "ambiguity leads to misunderstanding. which leads to hating.and cursing" kalau kamu bangga dengan ambiguity itu, teruskan. saya nak kata, semoga kamu baca dan tahu. saya tercuit dengan apa kamu kata. saya terasa. sebab saya menyaksikan kawan saya berusaha. itu yang terjadi. dia menangis dan bersusah. kenapa saya marah? tentu saya marah. kamu memperlekeh usaha kawan saya. ye. saya pernah bekerja dengan kamu. saya takkan kata kerja kamu teruk, atau kerja saya lebih baik. tapi, kamu sendiri tahu apa yang kamu buat. kamu sendiri patut dah sedar takat mana usaha kamu. kalau kamu rasa kamu betul dan bagus. tak perlu terasa. tak perlu nak marah.


Kamu pernah jadi kawan saya. pernah berkongsi makan minum, sabun, bantal tilam dan kisah suka duka dengan saya. jangan ingat saya tak value itu semua. saya value. semua benda tu penah jadi. tipu kalau saya tak tersentuh dengan benda yang jadi 2 tahun lepas. kite pernah berkawan. saya tak pernah mengikuti perkembangan kamu. kenapa? saya rasa, "things which i don't know will not hurt me" ye. untuk kamu saya berpegang pada itu. ye. saya tak pernah amik tahu hal kamu. dan ya. orang sentiasa berkata pasal kamu. bercerita semua kepada saya. saya ketawa. saya berlawak. tapi dalam hati, saya kata benda yang berbeza.

saya pernah hantar message pada kamu. kite tak payah nak bermusuh. kite buat hal kita. kita buat hal masing-masing. kite takkan berkawan semula. tapi kalau kite tak rasa apa-apa antara kita lebih bagus. saya juga pernah minta maaf pada semua yang jadi. kenapa saya minta maaf? sebab saya ada buat salah. saya rasa saya salah. tapi, tak bermakna saya minta maaf, semua salah jatuh atas saya. tak bermakna kamu tak buat salah apa-apa. tapi terpulang la pada kamu. kamu lebih pandai berfikir dan berkata-kata. sampai hari ni, sebut "korea". saya ingat pada kamu. kenapa? sebab kita pernah rapat. saya tau kamu  suka korea. in fact, kamu di antara yang buka mata saya pada korea. tapi saya tak dapat nak suka.sebab saya memang tak suka. masa kamu bertanding. saya ucap "good luck". saya ikhlas. saya ikhlas ucapkan benda tu. tak panjang. takde ucapan touching2. tapi saya tahu apa maksud saya, tu dah cukup. saya juga mengundi kamu. saya cakap sekarang. ye saya mengundi kamu.saya menyokong kamu.

kamu tahu apa harapan saya untuk Langkawi? sungguh.saya nak kamu pergi. kenapa? saya harap di antara hari-hari terakhir kite bersama, saya dapat gagahkan diri untuk bercakap walaupun, dengan cakap, "u borong apa?" walaupun dengan itu. bukan niat untuk membalikkan masa lama. bukan niat membuka cerita menyakitkan ati. tapi untuk menutup semua ni dengan "a'ah. dia kawan TESL saya. dulu dia penah rapat dengan saya. Tapi then kite jumpa kawan lain, then kite renggang."

saya keras ati. saya kasar. tapi hari ni saya  beritahu apa sebenar yang ada dalam hati saya. niat saya. lagi satu. di masa kamu break up dengan bf kamu, betol saya harap dapat nak call kamu. kenapa? kenapa saya nak kepoh? sebab saya tahu kamu tentu sedih. saya nak sangat amik tahu hal kamu masa tu. tapi tu lah.saya keras ati. Jujur hati saya, saya rasa nak berkongsi sedih tu dengan kamu. mungkin satu hari, satu hari yang lain. mungkin kite mampu berkongsi.

kamu. saya cuma nak bergelak ketawa. saya terus rasa lucu. saya terus rasa kelakar. kamu ingat kamu penting. kamu di kesamping. kamu tak sedar. kamu hide. kamu sembunyi. satu saya nak kata. "Why hide when you are already invisible?" ada kamu, takde kamu, tak menjadi masalah dan kudis pada saya. kata-kata kamu, sikit pon tak mencuit saya. nasihat-nasihat kamu sikit pon tak saya dengar. sekali lagi.saya tak kenal kamu. saya tak amik tahu pasal kamu. tapi sungguh, saya suka dengar cerita tentang kamu. cerita yang di ceritakan dan dicanang oleh kawan-kawan kamu sendiri. ye. kamu menjadi bahan. buka mata. "ada aku kesah?" hidup mati kamu tak menjadi masalah bagi saya.

di sini saya nak kata, saya ada niat nak meninggalkan kenangan manis bersama-sama. saya juga berniat nak mengakhiri zaman pembelajaran saya dengan cerita yang baik-baik sahaja. tapi susah. susah. tapi bukan mustahil. saya tak pandai mengeluarkan dalil. saya bukan orang yang layak menasihat. mengingati diri sendiri juga payah, lagi mahu menasihati yang lain. sebelum saya mengubah tindakan dan kata-kata orang, saya mencuba mengubah sikap dan tindakan saya. saya sedar, saya tak mampu dan layak lagi untuk menegur. sedar diri kata orang.

Untuk Asiah Haron:

"setiap apa yang jadi, ada baik dan buruknye. ada hikmah dan pengajarannya. maka Asiah Haron, kau belajar lah dari apa yang jadi. sesungguhnye, kau dapat mengawal diri kau dari memperkecilkan orang. takde sapa yang rasa apa yang kau rasa, takde sapa yang tahu apa yang ada dalam hati kau tu. semoga kau takkan memperlekehkan orang di lain hari. kau tau rasanya, jangan beri orang peluang yang sama. takde sapa perlu rasa tak best sebab orang da buat dia rasa tak best. kau pernah buat orang, mengaku. kau juga pernah rasa sedih. bila kau pernah buat orang, dan kau terkena balik, tak payah merungut lebih-lebih. Allah S.W.T tu maha adil. hari ni kau buat tak baik kat orang, esok-esok kau kene balik. semua orang ada bahagian masing-masing."

p/s Kalau kita tak jumpa benda yang menyakitkan kita, kite takkan sedar letak diri kita kat mana.

Tuesday, March 15, 2011

Allah S.W.T never says no to our prayers



We pray everyday. We asked for so many things. Yet we did not get what we want. Maybe what we want is not what we need. Therefore, never give up. Someday we'll get something we least expect.